Nagan Raya, Aceh – Desa Alue Dodok, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya, sejak lama dikenal sebagai kawasan dengan ekosistem pertanian yang subur. Mayoritas masyarakatnya kini tengah sibuk melakukan aktivitas agraris berupa penanaman padi sebagai komoditas utama. Selain menjadi pusat kegiatan agroekonomi, desa ini juga sering dimanfaatkan warga maupun pendatang sebagai jalur pejalan kaki pagi untuk menikmati udara segar pedesaan. Namun, di balik rutinitas pertanian yang melelahkan, Desa Alue Dodok menyimpan lanskap yang menakjubkan: keelokan senja yang selalu berhasil memikat hati.

Pada Selasa (17/9/2025) sore, tepat di kawasan perbatasan Desa Alue Dodok dengan Cot Kumbang, atmosfer langit menjelma menjadi kanvas raksasa. Spektrum cahaya jingga keemasan dari ufuk barat perlahan bertransformasi menjadi semburat ungu dan biru tua. Fenomena gradasi spektral ini berpadu dengan akumulasi awan tipis, menghadirkan panorama dramatis sekaligus menenangkan lukisan agung hasil proses atmosferik yang memukau.

Pesona senja semakin sempurna saat cahayanya terpantul di permukaan sawah yang tergenang air. Genangan itu berfungsi layaknya reflektor optik alami, merefleksikan rona langit dengan presisi nan indah. Di kejauhan, siluet pohon kelapa menjulang gagah, memberi aksen fisiografi khas tropis Aceh yang mempertegas pesona lanskap pedesaan.

Bagi masyarakat setempat, pemandangan ini memang menjadi suguhan sehari-hari. Namun, keindahannya tetap meninggalkan kesan mendalam. “Setiap senja di sini punya cerita. Walau sederhana, pemandangannya selalu menghadirkan ketenangan,” ujar seorang warga Desa Alue Dodok. 

Tak hanya panoramanya, keramahan masyarakat desa juga menjadi daya tarik tersendiri. Interaksi sosial yang hangat membuat suasana Alue Dodok kian terasa akrab dan menenangkan bagi siapa pun yang singgah.

Apakah Anda tertarik untuk Berkunjung di Desa Alue Dodok?